SARAWAK; PESAING ATAU PELUANG BAGI KALIMANTAN BARAT

3 11 2011

Awal Bulan oktober 2011 tepatnya tangal 9 oktober 2011, pemerintah Negara bagian Sarawak Malaysia menyelenggarakan pameran dan promosi atau tepatnya “mencari investor” di A.Yani Mall, pusat pembelanjaan terbesar di Kalimantan Barat.

Sebenarnya tidak terlalu menarik apa yang disajikan pihak penyelenggara pameran tersebut, tapi bila dicermati lebih mendalam apa yang telah dilakukan oleh Malaysia tersebut adalah sesuatu yang akan sangat memberi pengaruh terhadap pembangunan ekonomi di Kalimantan Barat kedepan.

Keberadaan Sarawak sebagai salah satu Negara Bagian terbesar di Malaysia telah mempersiapkan program jangka panjang yang disebut “Sarawak Score, Corridor Of Renewable Energy” yang dipersiapkan secara cermat dan sistematis oleh pemerintah Malaysia untuk diproyeksikan sebagai pusat pengembangan ekonomi di Malaysia pada tahun 2030. Sarawak Score ini menjadi salah satu kawasan yang harus diperhitungkan dalam pengembangan ekonomi Indonesia khususnya Kalimantan Barat.

Kutub-kutub Pertumbuhan Negara Bagian sarawak, malaysia

Dari satu sisi pengembangan kawasan Sarawak Score ini, dalam keterkaitan regional antara Malaysia dan Indonesia dapat dipertimbangkan sebagai peluang dalam pengembangan ekonomi. Namun dari sisi persaingan pasar global, Sarawak Score melalui perencanaan yang komprehensif baik itu fisik, ekonomi, dan sosialnya, dapat menjadi salah satu pesaing terdekat bagi Indonesia khususnya bagi Kalimantan Barat.

Sarawak Score atau dikenal juga dengan Sarawak Coridor adalah strategi pengembangan wilayah yang diproyeksikan untuk mengembangkan Kawasan Serawak Bagian Tengah menuju kota industry. Terdapat 5 (lima) kawasan yang dikembangkan, diantaranya adalah Mukah, Tanjung Manis, Samalaju, Baram dan Tunoh. Ke lima pusat pertumbuhan baru tersebut diharapkan akan menjadi pemicu bagi perkembangan Sarawak Bagian Tengah. Pusat pertumbuhan Mukah akan dikembangkan sebagai “Smart City” yang akan berfungsi sebagai pusat utama dari Sarawak Corridor. Tanjung Manis dikembangkan menjadi kota pelabuhan dan kawasan industry. Samalaju menjadi Pusat Industri Berat. Baram dan Tunoh akan difokuskan untuk mengembangkan pariwisata dan industry berbasis sumber daya.

Dalam rangka pembelajaran dan bahan evaluasi bagi penyelenggra pembangunan di di Indonesia khususnya Pemerintah Daerah di Kalimantan Barat, maka ada baiknya kita melihat strategi dan kebijakan pengembangannya serta insentif yang ditawarkan untuk menarik minat para investor di Sarawak Corridor ini.

RENCANA DAN STRATEGI PENGEMBANGAN SARAWAK CORRIDOR

Rencana dan Strategi pengembangan Sarawak Corridor diantaranya adalah; Prioritas investasi bagi 3 pusat pertumbuhan utama yaitu Tanjung Manis (selatan), Mukah (tengah) dan Similajau (utara). Membangun jaringan jalan dan komunikasi yang dirancang dengan baik yang dapat menghubungkan koridor tersebut dengan wilayah pedalaman. Mengembangkan energy listrik dengan memanfaatkan potensi air dan batu bara (Murum, Limbang, Baram dan Baleh). Mengembangkan Sumber daya manusia dengan membangun fasilitas pendidikan dan mendatangkan tenaga asing terampil. Mengembangkan industri pariwisata, dengan fokus pada wisata alam, danau, pantai di sepanjang bagian utara Koridor tersebut.

Di dalam Sarawak Coridor ini direncanakan akan berdiri 10 jenis industry yang diperkirakan akan memberikan dampak ekonomi bagi Negara Bagian Sarawak ke sepuluh jenis industry tersebut adalah; Industri Aluminium, Industri Kaca, Industri Baja, Industri berbasis minyak, Industri berbasis Kelapa Sawit, Industri berbasis Perikanan, Industri Ternak, Industri berbasis kayu, Industri Rekayasa Laut (Industri perkapalan) serta industry pariwisata.

RENCANA TAHUN PENGEMBANGAN SARAWAK CORRIDOR

Untuk mencapai tujuannya, Negara Federal Serawak telah tahun pengembangannya yaitu; Tahun 2008-2015 Meletakkan Dasar-dasar Koridor (memicu perkembangan, Melaksanakan proyek infrastruktur prioritas tinggi dan proyek-proyek prioritas lainnya yang dapat memicu perkembangan. Tahun 2016-2020 Menuju Visi 2020 (Pengembangan untuk menyelaraskan dengan visi 2020, Memastikan pertumbuhan dan perkembangan koridor dengan membangun rantai industry dan mengembangkan sumberdaya manusia). Tahun 2021-2030 Koridor Akhir (koridor telah menghasilkan, Sumberdaya manusia untuk mempertahankan perekonomian, investasi internal).

INSENTIF INVESTASI

Dalam rangka menarik minat investor untuk berinvestasi di Sarawak Corridor ini pihak otoritas pembangunan, Pemerintah Federal dan Pemerintah Malaysia akan memberikan berbagai kemudahan dan insentif diantaranya adalah; Investor di industri strategis akan menerima insentif keuangan yang menarik untuk mengatur operasi mereka di kawasan tersebut. Diantaranya adalah insentif yang ditawarkan oleh Otorita Pembangunan Industri Malaysia (MIDA), seperti Status “Pioneer”, Tunjangan Pajak Investasi, dan Tunjangan reinvestasi.

Investor di kawasan tersebut juga bisa menerima insentif dari Pemerintah Federal seperti tunjangan infrastruktur, pembebasan bea masuk, dan potongan ganda pada biaya pengiriman. Pemerintah Negara juga akan memberikan insentif ini dengan menawarkan harga menarik untuk energi dan lahan, serta insentif lainnya, terutama untuk proyek-proyek memicu dan pengembangan klaster di koridor tersebut.

PERLINDUNGAN INVESTASI ASING

Hal yang tak kalah menariknya adalah perlindungan terhadap investasi asing.

1. Ekuitas Kebijakan Dalam Sektor Manufaktur, Pemerintah Malaysia menyambut baik investasi asing di sektor manufaktur. Sesuai dengan tujuan meningkatkan partisipasi Malaysia dalam kegiatan manufaktur, itu adalah kebijakan Pemerintah untuk mendorong proyek yang akan dilakukan secara patungan antara Malaysia dan pengusaha asing.

2. Ekuitas Kebijakan Investasi Baru, Investor asing dapat memiliki 100% dari ekuitas di semua investasi dalam proyek baru, serta investasi dalam perluasan / diversifikasi oleh perusahaan yang ada, terlepas dari tingkat ekspor dan tanpa produk /kegiatan yang dikecualikan.

3. Ekuitas Kebijakan Kepada Perusahaan Yang Ada  Perusahaan dengan kondisi ekspor dapat mengajukan permohonan untuk mendapatkan persetujuan dari Mida untuk menjual di pasar dalam negeri.

4. Ekuitas Kepemilikan Perusahaan yang penyertaan modal dan telah disetujui tidak akan diminta untuk merestrukturisasi ekuitasnya setiap saat selama perusahaan sesuai dengan kondisi asli dari persetujuan dan mempertahankan fitur asli dari proyek ini.

5.Investasi Perjanjian Jaminan,  Perlindungan terhadap nasionalisasi dan penyitaan. Pastikan kompensasi yang cepat dan memadai dalam hal nasionalisasi atau pengambilalihan. Menyediakan transfer gratis dari keuntungan, modal dan biaya lainnya.. Memastikan penyelesaian sengketa investasi di bawah Konvensi tentang Penyelesaian Perselisihan Investasi Malaysia yang telah menjadi anggota sejak tahun 1996.

Apa Yang Harus Dilakukan Pemerintah dan Pemerintah Daerah Di Kalimantan Barat

Rencana pengembangan Sarawak Corridor yang kini sedang dikerjakan oleh Pemerintah Federal Serawak semestinya menjadi “warning” bagi pemerintah dan pemerintah daerah di Kalimantan Barat, khususnya dalam persaingan di era globalisasi yang akan semakin ketat. Bila tidak, issu terhadap pencaplokan wilayah NKRI oleh Malaysia mungkin akan lebih dahsyat lagi dan akan terjadinya pencaplokan dalam versi lain yaitu terjadinya ketergantungan ekonomi Kalimantan Barat terhadap Negara Federal Sarawak. Hal ini mungkin saja terjadi karena ekonomi tidak mengenal batas administrasi.

Sebenarnya telah banyak yang dilakukan oleh Pemerintah dan Pemerintah Daerah di Kalimantan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, salah satu diantaranya adalah penyelenggaraan KTM (Kota Terpadu Mandiri) di kawasan Transmigrasi yang sudah berkembang. Di wilayah perbatasan sendiri KTM telah tercanangkan diantaranya KTM Subah dan KTM Aruk di Kabupaten Sambas serta KTM Rasau Jaya (Kubu Raya) dan KTM Gerbang Kayong (Kayong Utara).

Secara substansinya, program KTM yang diselenggrakan di kawasan transmigrasi ini tidak jauh berbeda dengan program Sarawak Corridor nya Malaysia yaitu sama-sama membentuk kawasan pertumbuhan ekonomi baru. Bahkan bila dilihat dari programnya, KTM mempunyai nilai yang lebih unggul dari Sarawak Corridor. Beberapa keunggulan KTM diantaranya adalah:

  1. KTM diselenggarakan di wilayah transmigrasi yang sudah berkembang sehingga pembentukan pusat pertumbuhan tidak terjadi dari awal sedangkan Sarawak Corridor diselenggrakan di wilayah yang masih kosong.
  2. Pemerintah Pusat menyiapkan seluruh infrastruktur yang dibangun untuk kepentingan investor dan masyarakat bukan saja di pusat KTM tetapi sampai ke wilayah desa sekitarnya. Sedangkan Sarawak Corridor hanya membangun infrastruktur utama saja.
  3. Di Kawasan KTM telah tersedia tenaga kerja transmigran dan penduduk sekitar, sedangkan di Sarawak Corridor belum ada jaminan tersedianya tenaga kerja.
  4. Investor KTM telah tersedia yaitu investor minimal investor yang telah bekerjasama dengan masyarakat transmigrasi khususnya dalam bidang perkebunan. Sedangkan di Sarawak Corridor belum ada investor.
  5. Sedangkan penyelenggaraan infrastruktur lainnya dan fasilitas pendukung relative sama dengan apa yang dilakukan Sarawak Corridor.

Tetapi yang menjadi pertanyaan adalah apa Pemerintah dan Pemerintah Daerah serius untuk melaksanakan programKTM ini?.

PENUTUP

Berdasarkan perencanaan Sarawak Corridor yang direncanakan secara komprehensif ini, maka Negara Federal Sarawak merupakan pesaing terdekat bagi pengembangan Ekonomi Kalimantan Barat dalam hal menarik investasi dan persaingan pangsa pasar produk nantinya. Namun, dengan keberadaan geografis yang berdekatan, dan potensi sumberdaya yang dimiliki Kalimantan Barat serta kerangka kerja sama BIMP-EAGA Brunei-Indonesia-Malaysia-Philipina East ASEAN Growth Area, dan melalui kerja sama pengembangan ekonomi antara Sarawak dan Indonesia (khususnya Kalimantan Barat), sesungguhnya kedua kawasan ini memiliki potensi untuk bersinergi dan saling menguntungkan dalam persaingan pasar global. Oleh karena itu maka seluruh pemangku kepentingan harus mempunyai komitmen yang kuat dalam mengejar ketertinggalan pembangunannya agar potensi sinergi tersebut tidak terbuang sia-sia.

Pontianak,  September, 2011

Aan M. Abdullah


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: