KEPALA GURUNG SP-1

16 09 2011

Secara Administrasi Permukiman Transmigrasi Kepala Gurung SP-1 termasuk dalam wilayah Desa Kepala Gurung, Kecamatan Mentebah, Kabupaten Kapuas Hulu, propinsi Kalimntan Barat. Disebelah Utara lokasi Kepala Gurung SP-1 berbatasan dengan Kecamatan Manday, sebelah Timur berbatasan dengan Desa Tanjung, sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Bunut Hulu/ Desa Selaup, sedangkan di bagian barat berbatasan dengan Desa Suka Maju.

Aksesibilitas dari dan ke dalam lokasi Kepala Gurun SP-1 termasuk dalam klasifikasi baik dan mudah di jangkau. Dari Pontianak dapat dicapai langsung dengan kendaraan roda empat atau sepeda motor melalui jalan darat beraspal.

Pencapaian Lokasi

Rute

Jarak (km)

Waktu tempuh (Jam)

Jenis Jalan

Sarana Transportasi

Biaya (Rp/Orang)

Alternatif IPontianak – Putussibau

1

Udara

Pesawat terbang

1.000.000

Putussibau – Mentebah

52

2 jam

Darat/Aspal

Bis

25.000

Mentebah – Lokasi

+ 25

1

Aspal/tanah

Ojek

75.000

Alternatif IIPontianak – Mentebah

 

+ 611

18

Aspal

Bis

250.000

Mentebah – Lokasi

+ 25

1

Aspal/tanah

Ojek

75.000

Penempatan pertama kali UPT Kepala Gurung SP-1 direalisasikan pada Tahun 2005, dengan jumlah KK yang ditempatkan sebanyak 100 KK (440 Jiwa) terdiri atas 50 % TPS dan 50% TPA. Transmigran TPS berasal dari Kabupaten Kapuas Hulu sebangayak 50 KK (252 jiwa) sedangan transmigran TPA berasal dari Kabupaten Magelang, Jawa Tengah 15 KK (58 jiwa), Kab.Grobongan, Jawa Tengah 20 KK (77 jiwa) dan dari Kabupaten Sragen, Jawa Tengah sebanyak 15 KK (53 jiwa).

Selanjutnya pada tahun 2006, tahun 2007 dan Tahun 2009 di tempatkan kembali transmigran sebanyak 300 KK, dengan komposisi 150 KK (656 jiwa) merupakan transmigran setempat (TPS) dan 150 KK ( 548 jiwa) transmigran asal (TPA). Transmigran Asal (TPA) yang didatangkan pada tahun 2006-2009 berasal dari Kab. Kawarang, Kab. Banyumas, Kab. Majalengka, Kab. Sukabumi, Kab, Tegal, Kab. Semarang, Kab. Tegal dan Kab. Pemalang.

KONDISI RUMAH TRANSMIGRAN


Aksi

Information

3 responses

2 02 2012
Ardy Yantoro

transmigran Kepala gurung 2009 sudah bubar, sebanyak 42kk pulang ke jawa,hanya tinggal 8 KK saja yg masih bertahan. Kami selama 6 bulan di Kepala gurung tidak diberi bibit yang memadai.kami hanya diberi 9 batang Pokok mangga dan 5kg pupuk kcl. Sehingga kami terpaksa menanam jatah kacang hijau yg sebenarnya mrpkn jatah makan. Tanah di UPT 2009 mengandung batubara muda, sehingga setiap tanaman yang kami tanam tak berbuah baik.Bahkan sebagian lahan usaha terkena sengketa dg warga lokal.

19 07 2015
ridwan

sy dulu pernah transmigrasi di situ

19 07 2015
ridwan

saya dulu di sana jg gagal akibat tanah yg saya tempati kerad dan bergelombang dan bibit nya pun tidak memadai dan akhirnya sy pulang setelah setahun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: